Recent Posts

@baca2yuk@baca2yuk@baca2yuk@baca2yuk@baca2yuk@baca2yuk
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2015

Mengapa Orang Melihat Gaun Ini Warnanya Berbeda-Beda?

Ini adalah foto sebuah gaun telah menyebabkan kegemparan di internet: Banyak netizen yang berdebat, apakah berwarna biru dan hitam, atau putih dan emas?

Apakah perbedaan pendapat tersebut disebabkan oleh ilusi optik, kesalahan monitor barangkali?

Situs buizzfeed menemui dua orang ahli saraf untuk menelaah secar ilmiah. HAsilnya? ternyata perbedaan persepsi warna tersebut berkaitan dengan otak!




Dari jajak pendapat yang dilakukan Buzzfeed, 3/4 responden menyatakan bahwa gaun etrsebut berwarna putih dan emas.

Yang dipertanyakan, mengapa orang bisa melihat warna yang berbeda dalam gambar yang sama?

Bukan, ini bukan tentang sel-sel di mata Kamu!

Retina kita memiliki 2 sel yang kinerjanya terspesialiasi. Sel pertama disebut rods yang digunakan untuk penglihatan malam hari sedangkan yang kedua disebut cones, yang berhubungan dengan warna. Tetapi sel-sel tersebut diyakini bukan penyebab mengapa orang bisa melihat warna yang ebrbeda dalam gambar gaun.

Cedar Riener, profesor psikologi di Randolph-Macon College kemudian berusaha memberi penjelasan:


Penelitian diarahkan ke jumlah cahaya yang masuk ke retina.

Faktor cahaya  yang disebut luminansi, merupakan kombinasi dari banyaknya cahaya yang jatuh pada permukaan obyek dan banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh obyek, tambah Riener.

Untuk kasus foto gaun, beberapa orang memutuskan bahwa ada cukup banyak pencahayaan pada gaun biru dan hitam (atau kurang reflektif). Orang lain melihat bahwa terdapat kurang pencahayaan pada gaun putih / emas.

Polemik tersebut hampir sama dengan ilusi optik "kotak Anderson" yang terkenal.

Pada gambar di bawah, daerah yang ditandai dengan huruf A memiliki warna yang sama persis dengan bidang yang ditandai dengan huruf B, tetapi orang melihat bahwa warna kedua wilayah tersebut memiliki warna yang berbeda.





Ok, Tapi Mengapa Otak Orang Bisa Berbeda dalam Membaca Warna?

Penjelasan tentang gaun berkaitan dengan teori Top Down Processing dari John Borghi, seorang ilmuwan syaraf kognitif di Universitas Rockefeller.

Proses top-down dimulai dari otak dan mengalir ke anggota tubuh, menyaring informasi melalui pengalaman dan harapan dan menghasilkan persepsi.

Setiap orang membawa satu set pengalaman dan harapan yang berbeda, juga tingkat perhatian dan gerakan mata yang berbeda juga.


"Misalnya, gambar yang kamu melihat sebelum melihat gambar gaun bisa mempengaruhi cara otak kamu merasakan gambar gaun yang terakhir", Tambah Borghi.

Jika sebelumnya Kamu melihat gaun atau kain dengan tekstur atau bentuk yang mirip, hal itu juga dapat mempengaruhi persepsi. Fenomena ini disebut Frimming.


"Para ilmuwan sebenarnya tahu banyak tentang perbedaan persepsi oleh individu", kata Riener.

"Tapi kajian soal perbedaan persepsi antar individu cenderung tidak banyak menarik perhatian para peneliti persepsi karena biasanya mereka fokus pada bagaimana mata bekerja secara umum", kata Riener.  Pada umumnya, mata kita bekerja sangat mirip, karena kita semua hidup dalam lingkungan di mana warna cahaya umumnya merupakan warna turunan dari biru".

http://www.terekam.com/2015/02/topik-seru-mengapa-orang-melihat-gaun.html

Jumat, 16 Januari 2015

Ow, Ternyata Beginilah Wujud Film Bila Tanpa Visual Effect

Tak perlu ditanya, soal visual effect film Hollywood memang jagonya. Jika dibandingkan dengan film Indonesia tentu sangat berbeda alias tertinggal sangat jauh.

Dalam sebuah film, visual effect ternyata memang mempunyai peran yang sangat penting. Dengan elemen tersebut film akan terlihat begitu dramatis dan memikat para audien. Tanpa visual effect film akan terlihat hambar dan sama sekali tak menarik.

Bila anda penasaran seperti apakah peran visual effect. Berikut beberapa adegan dari film-film Hollywood yang memperlihatkan begitu pentingnya peran visual effect:


1. 300 – Rise of an Empire
2. Life of Pi 
3.Godzilla
4.Brick Mansions
5.The Avengers 
6.Rise of the Planet of the Apes
7.RoboCop
8.Maleficent
9.The Wolverine
10.Elysium

11.The Chronicles of Narnia
12.Prometheus
13.Tron Legacy
14.King Arthur
15.The Homesman
16.The Monuments Men
http://duniasejutawarna.blogspot.com/2014/08/ow-ternyata-beginilah-wujud-film-bila.html

Senin, 23 Juni 2014

Apa Hubungan antara Lapar dan Marah?

Ada ungkapan bangsa yang pemarah adalah bangsa yang rakyatnya lapar. Ternyata ungkapan tersebut terbukti secara ilmiah, bahwa orang yang lapar memang gampang sekali naik darah.

Rasa lapar biasanya diawali dengan suara 'keroncongan' di dalam perut, berlanjut dengan lemas dan kelelahan. Beberapa orang yang sedang lapar juga menderita sakit kepala, penglihatan kabur, kebingungan dan pusing. Selanjutnya, kelaparan akan membuat orang benar-benar bertemperamen buruk, mudah marah dan rewel.

Kenapa rasa lapar membuat orang mudah marah?

Kemarahan adalah keadaan emosional yang disebabkan oleh keluhan atau suatu penderitaan. Orang bisa marah karena orang lain, karena ada kejadian atau karena dirinya sendiri.

Dilansir Livestrong, rasa lapar memang memicu amarah. Hal ini karena bila orang dibiarkan lapar dalam jangka waktu lama, maka kadar gula darah di dalam tubuhnya sangat terganggu.

Akibatnya, pasokan glukosa (gula) yang mencapai otak menjadi berkurang. Di dalam darah, glukosa dikirim juga ke otak sebagai sumber energi yang antara lain berguna untuk mengontrol temperamen dan emosi negatif lainnya.

Rendahnya kadar gula darah atau hipoglikemia inilah yang akan membuat amarah seseorang menjadi naik, sehingga mudah tersinggung dan marah. Gula darah rendah juga dapat disertai dengan kecemasan, kelelahan dan sakit kepala.

Bila tingkat serotonin dalam tubuh rendah juga dapat membuat orang mudah tersinggung dan marah. Serotonin adalah hormon yang berfungsi mengontrol suasana hati, nafsu makan dan tidur, juga merupakan hormon yang membuat orang merasa bahagia dan menghilangkan emosi negatif.

Serotonin disintesis dalam tubuh dengan bantuan asam amino yang disebut triptofan. Yang penting, triptofan tidak terbentuk di dalam tubuh dan harus dipasok oleh makanan. Dengan demikian, menambahkan menu harian dengan makanan kaya asam amino esensial menjadi sangat penting.

Banyak ahli gizi di seluruh dunia juga merekomendasikan mengatasi amarah dengan makanan yang mengandung glukosa atau makanan peningkat suasana hati untuk mencegah rasa lapar. Diet yang kaya protein, lemak dan serat akan membantu mencegah kelaparan.

Sumber : livestrong
 
http://www.serupedia.com/2014/05/apa-hubungan-antara-lapar-dan-marah.html

Senin, 10 Februari 2014

indahnya matematika

Berbicara soal Matematika, merupakan suatu keunikan sekaligus ketertarikan tersendiri bagiku, kenapa? Saya berfikir bahwa dulunya Matematika adalah suatu hal dalam pelajaran yang paling rumit dan juga amat menakutkan, tetapi dari segi inilah aku mulai memahami beberapa unsur keunikan matematika yang dapat membuat ketertarikan saya untuk melihat dan mendalami matematika, pandangan mengenai matematika bahwasanya matematika itu unik dan juga mengasyikkan., sebab matematika adalah KEBENARAN, yaitu hasil yang tidak dapat di ubah (disangkal).


Matematika selalu memberikan kesan ‘angker‘ saat kita mendengarnya apalagi mempelajarinya. Tapi dibalik ke’angker’annya ternyata Matematika menyimpan sebuah keindahan. Perhatikan pola-pola perhitungan matematika berikut ini :

Keunikan dari Perkalian 9, Apabila hailnya di jumlahkan maka akan tetap menghasilkan angka 9

10 x 9 = 90
2 x 9 = 18
3 x 9 = 27
4 x 9 = 36
5 x 9 = 45
6 x 9 = 54
7 x 9 = 63
8 x 9 = 72
9 x 9 = 81

Keunikan dari Perkalian 8, yang apabila ditambah beberapa variasi dalam penjumlahan dan perkaliannya, maka hasilnya akan selalu berurutan.


1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

Keunikan dari Perkalian 9, yang apabila ditambah beberapa variasi dalam penjumlahan dan perkaliannya, maka hasilnya akan selalu satu berurutan.


1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111

Keunikan dari Perkalian 9, yang apabila ditambah beberapa variasi dalam penjumlahan dan perkaliannya, maka hasilnya akan selalu 8 berurutan.


9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888


(0 x 9) + 8 = 8
(9 x 9) + 7 = 88
(98 x 9) + 6 = 888
(987 x 9) + 5 = 8888
(9876 x 9) + 4 = 88888
(98765 x 9) + 3 = 888888
(987654 x 9) + 2 = 8888888
(9876543 x 9) + 1 = 88888888
(98765432 x 9) + 0 = 888888888
(987654321 x 9) – 1 = 8888888888

Keunikan dari Perkalian 37, yang apabila ditambah beberapa variasi dalam penjumlahan dan perkaliannya, maka hasilnya akan unik.


3 x 37 = 111
6 x 37 = 222
9 x 37 = 333
12 x 37= 444
15 x 37 = 555
18 x 37 = 666
21 x 37 = 777
24 x 37 = 888
27 x 37 = 999

Keunikan dari Perkalian 8, yang apabila ditambah beberapa variasi dalam penjumlahan dan perkaliannya, maka hasilnya akan selalu berurutan dari besar ke kecil.


1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

Keunikan dari Perpangkatan kuadrat,

32 + 42 = 52

102 + 112 + 122 = 132 + 142

212 + 222 + 232 + 242 = 252 + 262 + 272

362 + 372 + 382 + 392 + 402 = 412 + 422 + 432 + 442

Keunikan dari Perkalian satu satu,


1 x 1 = 1

11 x 11 = 121

111 x 111 = 12321

1111 x 1111 = 1234321

11111 x 11111 = 123454321

111111 x 111111 = 12345654321

1111111 x 1111111 = 1234567654321

11111111 x 11111111 = 123456787654321

111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Matematika adalah sebuah Kebenaran. Tidak akan ada yang bisa menyangkal hasilnya. Juga salah satu keindahan yang datang dari Tuhan. Walahu’alam.

http://matematikamurni.blogspot.com/

Selasa, 28 Januari 2014

chaos,keteraturan dalam keacakan (2)

Masih seputar teori chaos. Ada cerita menarik ketika Edward Lorentz menemukan apa yang sekarang disebut sebagai atraktor asing (strange attractor) itu. Satu ketika, dalam usahanya untuk melakukan peramalan cuaca, ia menyelesaikan 12 persamaan diferensial non-linear dengan komputer. Hasil perhitungannya itu kemudian digambarkan dalam bentuk kurva yang dicetak diatas sehelai kertas. Pada awalnya dia mencetak kurvanya dalam format enam angka di belakang koma (…,506127). Kemudian, untuk menghemat waktu dan kertas, ia memasukkan hanya tiga angka di belakang koma (…,506) dan cetakan berikutnya diulangi pada kertas sama yang sudah berisi hasil cetakan tadi.

Sejam kemudian, ia dikagetkan dengan hasil yang sangat berbeda dengan yang diharapkan. Pada awalnya kedua kurva tersebut memang berimpitan, tetapi sedikit demi sedikit bergeser sampai membentuk corak yang sama sekali berbeda. Inilah yang kemudian dikenal sebagai “efek kupu-kupu” (butterfly effect). Efek ini mengibaratkan kepakan sayap kupu-kupu di Brasil (setara dengan pengabaian angka sekecil 0.000127) akhirnya mampu memicu terjadinya tornado di Texas beberapa bulan kemudian.

Fenomena inilah yang kemudian melahirkan teori chaos. Dari tulisan sebelumnya kita sudah tahu kalau chaos adalah sistem yang memiliki ketergantungan yang sangat peka terhadap kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal 2 maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Atau dengan kata lain: kesalahan yang sangat kecil akan menyebabkan bencana dikemudian hari.

Pada permulaan abad ke-20, yaitu pada masa hidup E. Lorentz, para ilmuwan masih berkeyakinan bahwa walaupun sebuah sistem dapat “berperilaku” sangat liar, namun suatu saat akhirnya sistem akan kembali pada kondisi kesetimbangan. Ini sesungguhnya sangat bertentangan dengan prinsip chaos. Selain Lorentz, sebenarnya masih ada nama-nama lain yang ikut berperan dalam perumusan teori chaos –Å“ diantaranya adalah B van der Pol, Duffing, dan M He”„¢non. Tidak tertutup pula kemungkinan ada sederet nama ilmuwan lain yang telah melihat fenomena chaos di sistem yang mereka miliki, namun mereka tidak berani mempublikasikannya. Edward Lorenz sendiri pernah mendapat reaksi negatif dari rekannya ketika ia dengan penuh semangat menjelaskan fenomena itu, “Ed, alam di mana kita hidup tidak berperilaku seperti yang kau deskripsikan!” Kata seorang profesor Fisika kepada E Lorenz.

Di lain pihak, ada juga seorang matematikawan bernama Stephen Smale yang sebenarnya kontra terhadap teori chaos. Tetapi ketika ia membaca paper E Lorenz, ia mulai berpikir tentang kemungkinan selain teorinya sendiri. Akhirnya, ia menciptakan Pemetaan Sepatu Kuda (Horse-shoe map) yang sampai saat ini merupakan bentuk paling sederhana dari sistem yang memuat skenario menuju chaos.

Pada dasarnya Teori Chaos adalah teori yang berkenaan dengan sistem yang tidak teratur. Sistem semacam ini bisa kita temui pada objek-objek seperti awan, pohon, garis pantai, ombak dsb. Sekilas, sistem-sistem tersebut nampak acak, tidak teratur dan anarkis. Namun bila dilakukan pembagian (fraksi) atas bagian-bagian yang kecil, maka sistem yang besar yang tidak teratur ini didapati sebagai pengulangan dari bagian-bagian yang teratur. Secara statistik bisa dinyatakan bahwa Chaos adalah kelakuan stokastik dari sistem yang deterministik. Sistem yang deterministik (sederhana, satu solusi) bila ditumpuk-tumpuk akan menjadi sistem yang stokastik (rumit, solusi banyak).

Adalah Mandelbrot dan Helge von Koch, seorang ahli komputer dan matematika yang memperagakan hal ini sehingga muncullah cabang ilmu baru yang disebut fraktal (fractal). Fraktal bukanlah chaos. Fraktal adalah suatu struktur yang memiliki substruktur yang masing-masing substruktur memiliki substruktur lagi dan seterusnya. Setiap substruktur adalah replika kecil dari struktur besar yang memuatnya.

Contoh yang paling sederhana dari fraktal adalah jika kita memegang cermin di hadapan sebuah cermin. Di dalam cermin yang dipegang ada bayangan orang yang memegang cermin. Di dalam cermin yang ada di bayangan, ada bayangan si pemegang cermin itu lagi, dan seterusnya.

Sebuah chaotic attractor terkadang juga memiliki struktur fraktal seperti itu. Keunikan dari benda-benda yang memiliki struktur fraktal adalah dimensinya. Secara umum, solusi dari sebuah sistem dinamis adalah sebuah obyek matematis yang berdimensi satu (mempunyai ukuran yang sama dengan garis). Jika solusi itu merupakan solusi yang chaotik, ia mempunyai dimensi fraktal berupa pecahan. Misalnya, berdimensi 2,3 yang berarti benda itu lebih tebal daripada bidang (yang berdimensi 2), tetapi masih lebih kecil daripada ruang (yang berdimensi 3).

Contoh lainnya dari fraktal dapat kita lihat pada tumpukan bangun segitiga sama sisi. Segitiga sama sisi adalah sistem deterministik (sederhana). Bila banyak segitiga sama sisi ditumpuk-tumpuk dan dilakukan perbesaran pada salah satu pinggir tumpukannya akan menghasilkan suatu permukaan pinggiran yang sangat ruwet (stokastik). Keadaan akhir (yang dilihat dengan mata) tumpukan akhir pada salah satu pinggir adalah sistem chaos sedangkan segitiga-segitiga pembentuknya adalah unsur pembentuk fraktal.

Kebanyakan dalam realitas kehidupan (tentu juga realitas ekonomi), masalah yang kita hadapi adalah seperti tumpukan segitiga yang hanya kelihatan sebagian dari pinggirnya itu. Akan menyesatkan dan sangat ceroboh bila analisisnya mengambil pendekatan garis mulus yang menghubungkan permukaan tersebut. Chaos dan fraktal menawarkan suatu solusi untuk mengekstraksi sistem chaos ini agar ditemukan unsur pembentuknya, yaitu segitiga-segitiga sama sisi tersebut. Dalam situasi ekonomi yang chaotik saat ini (nilai Rupiah melemah, harga minyak mentah melambung), teori chaos tentu sangat relevan sebagai kerangka analisis untuk menjelaskan apa sebenarnya yang tengah terjadi.

http://blog.dhani.org/2005/07/chaos-keteraturan-dalam-keacakan-2/

chaos, keteraturan dalam keacakan (1)

Alam semesta kita bersifat dinamis, dan karenanya merupakan tempat yang ideal bagi riset ilmiah yang bertujuan untuk mengamati berbagai perubahannya. Sampai belum lama ini, dipercaya bahwa karena sifatnya yang acak, mustahil untuk bisa memprediksi dinamika alam semesta. Karenanya, para ilmuwan berkesimpulan bahwa apabila pengaruh kejadian-kejadian acak itu bisa dieliminasi, maka sifat-sifat sistem alam semesta yang teramati bisa diprediksi tanpa batasan. Sekarang kita tahu bahwa banyak sistem yang menunjukkan tingkat ketidakpastian, bahkan tanpa dipengaruhi faktor eksternal yang bersifat acak. Para ilmuwan menyebut keacakan semacam ini sebagai chaos, sementara sistem yang mengalami chaos disebut sistem chaotik.

Teori Chaos adalah teori yang menjelaskan gerakan atau dinamika yang kompleks dan tak terduga dari sebuah sistem, tergantung dari kondisi awalnya. Walaupun berlangsung secara acak, sistem yang chaotik nyatanya dapat ditentukan secara matematis. Ini karena sistem yang chaotik juga mengikuti hukum-hukum yang berlaku di alam. Hanya saja, karena sifatnya yang tidak teratur maka pengamat akan melihatnya sebagai peristiwa yang acak. Dalam terminologi matematis, sebuah sistem nonlinear (sistem yang tidak bisa diprediksi berdasarkan perilaku terdahulunya) yang memiliki cukup variabel (besaran yang tidak diketahui), dapat dinyatakan sebagai sebuah sistem yang chaotik.

Sifat chaotik ditemukan pada berbagai sistem yang umum, mulai dari sistem yang sederhana seperti gerak pendulum sampai pada sistem yang kompleks semacam sirkuit elektronik, irama detak jantung, aktifitas listrik pada otak, serta aliran benda cair dan reaksi kimia. Bahkan diduga kuat bahwa sistem ekonomi seperti pergerakan harga di bursa saham, kurs mata uang, sampai harga minyak mentah, merupakan sistem yang chaotik pula. Dengan demikian, chaos juga mulai beranjak dari semata-mata teoritis menjadi ilmu terapan.

Ketidakpastian dari sistem yang chaotik timbul akibat kepekaannya terhadap kondisi awal — seperti posisi atau kecepatan. Dua sistem chaos yang identik yang mulai bekerja dengan kondisi awal yang sedikit berlainan akan memunculkan perilaku yang sangat berbeda antara keduanya. Adalalah Henri Poincaré (1854-1912), seorang ahli matematika Prancis, yang pernah berkesimpulan bahwa ia tidak menemukan bukti bahwa sistem tata surya betul-betul bekerja secara teratur dan dapat diprediksi. Ia adalah orang pertama yang merumuskan apa yang sekarang dikenal sebagai chaos: “Dapat terjadi adanya perbedaan kecil pada kondisi awal menghasilkan peristiwa yang sangat besar pada akhirnya. Sebuah kesalahan kecil pada permulaan, belakangan akan menghasilkan penyimpangan yang lebih besar. Prediksi akan menjadi hal yang mustahil…”

Semula gagasan Poincaré ini tidak terlalu dihargai oleh para ilmuwan, hingga penemuan komputer memungkinkan mereka untuk membuat model dan memvisualkan sistem chaotik. Namun sebelumnya, hasil kerja Poincaré telah dipakai oleh para ilmuwan dan insinyur perintis di Badan Antariksa AS, NASA, untuk mengirimkan manusia maupun satelit ke orbit. Berikutnya, pada 1960, Edwad Lorenz, seorang ahli meteorologi AS, menemukan bahwa sebuah model komputer sederhana tentang sensitifitas yang ekstrem dari cuaca terhadap kondisi awalnya. Ia mendemonstrasikan secara visual sebuah struktur cuaca yang chaotik, yang apabila digambarkan dalam tiga dimensi akan membentuk sebuah pola fraktal, mirip gambar kupu-kupu, yang kini dikenal sebagai atraktor asing (strange attractor). Dengan demikian, Lorentz menemukan kembali prinsip chaos, sekaligus membuktikan bahwa adalah mustahil untuk membuat prakiraan cuaca untuk jangka panjang.

Pada awal dekade 1980-an, beberapa eksperimen secara teratur menunjukkan bahwa banyak sistem fisika maupun biologis yang bersifat chaotik. Salah satu sistem semacam itu yang pertama kali ditemukan adalah tetesan air yang mengucur dari sebuah wadah yang bocor. Dalam kondisi tertentu, selang waktu menetesnya air menunjukkan perilaku yang chaotik, sehingga mustahil untuk diprediksi.

Bukti-bukti terakhir menunjukkan ketepatan observasi Poincaré tentang keacakan pada sistem tata surya. Observasi dan simulasi komputer terhadap gerak berguling dari Hyperion, salah satu bulan Saturnus, adalah bukti awal bahwa objek-objek dalam tata surya juga bisa bersifat chaotik. Belakangan, simulasi komputer juga menujukkan bahwa orbit Pluto juga bersifat chaotik.

Dewasa ini, para ilmuwan telah berusaha untuk mengembangkan aplikasi yang memanfaatkan prinsip chaos. Diantaranya adalah teknik pengontrolan yang dipakai untuk menstabilkan pancaran laser, manipulasi reaksi kimia, menyandikan informasi, hingga mengubah irama detak jantung yang tidak teratur menjadi teratur. Teori chaos juga berperan besar untuk menunjukkan gejala-gejala ekonomi yang berubah-ubah. Fluktuasi kurs mata uang, harga saham, atau harga minyak mentah sebenarnya juga merupakan sebagian dari gejala chaos yang dapat diamati.

http://blog.dhani.org/2005/07/chaos-keteraturan-dalam-keacakan-1/

Minggu, 22 Desember 2013

Sinkronisitas, Lebih dari Sebuah Kebetulan

"Tak ada kebetulan yang benar-benar kebetulan"
Aku berkenalan dengan seorang teman baru, sebut saja dia Ben. Ketika pertama kali bertemu dengannya ada sebuah kejadian sepele, kita sama-sama membawa sebotol tupperware berisi kopi. Dari sebotol tupperware berisi kopi itu hubungan pertemanan kita berlanjut intens dan baik.

Mungkin sebotol tupperware yang tak sengaja sama-sama kita bawa adalah sebuah kebetulan. Namun dari sebotol tupperware itu melahirkan sebuah hubungan persaudaraan intens yang memperbaiki kehidupan diri masing-masing. Jika kita mau menelaah lagi, tak ada kebetulan yang benar-benar kebetulan. Semua hal memiliki pola dan makna implisit. Bukankah tak ada hal yang diciptakan Tuhan yang tidak bermakna dan bermanfaat ?

Kebetulan-kebetulan yang memiliki makna itu dapat kita sebut sinkronisitas. Bahkan kata “kebetulan” pun kurang efisien  karena sesungguhnya tak ada hal yang “kebetulan” atau insidental. Semua punya makna dan berinterelasi dalam sebuah maha rencana dari semesta. Sinkronisitas adalah proses dialogis, sebuah pola komunikasi dari ‘titik pangkal’ yang menghubungkan semua pikiran, perasaan, sains dan seni dalam semesta, yang kemudian terlahir ke dalam realitas ini. Itulah yang membedakan sinkronisitas dengan kebetulan biasa. Sinkronisitas menunjukkan adanya suatu makna yang kaya bahkan terhadap hal sepele sekalipun, jika kita mau mengasah kepekaan lebih tajam lagi. Menutup semua indera kita, dan belajar melihat dengan mata hati.

Realitas yang kita jalani dalam keseharian menghadirkan realitas dualistis, dimana manusia memikirkan hal-hal yang terjadi deisekitarnya dari 2 aspek.  Hitam putih, salah benar, terang gelap, dan seterusnya. Begitulah cara kerja ilmiah pikiran kita, terkadang segalanya menjadi linier, cause and effect, sebab dan akibat. Jika aku melakukan ini, maka aku akan mendapatkan itu, Aku mengalami hal ini karena dulu aku melakukan hal itu. Namun sinkronisitas menghasilkan pemikiran lain yang lebih tinggi dan luas, kehidupan semesta tak hanya berbicara dalam bahasa sebab dan akibat. Kehidupan semesta seperti lingkaran yang tak terputus dan terus berkembang, segala hal terkorelasi. 

Setiap dari kita pastinya pernah mengalami sinkronisitas, betapapun remeh dan sepele kejadiannya, baik disadari atau tidak. Ada pendapat yang mengatakan bahwa sinkronisitas biasanya baru terasa pada titik kritis kehidupan seseorang, yang bisa diinterpretasikan sebagai bibit perkembangan orang itu pada masa yang akan datang.Namun bagiku sinkronisitas adalah sebuah titik dimana kita dapat berbincang dengan ‘Diri’,  melepas ego dan menelaah bahwa kehidupan semesta adalah satu, terkorelasi. Sinkronisitas menghadirkan suatu sudut pandang yang memungkinkan kita untuk melihat realitas yang sama sekali lagi.Yang tentunya dapat merubah pola sikap dan perilaku kita
Mungkin inilah saatnya kita bernajak dari zona nyaman pemikiran kita yang lama, menyambut sinkronisitas.

Cerita Sinkronisitas

Sebut saja inisial pacar saya DL. Buntut nomor ponsel saya 7929. Setelah tidak ada kontak selama berhari-hari, satu malam saya tercenung di tempat parkir. Mata saya tahu-tahu tertumbuk pada satu plat mobil: B 7929 DL. Saya langsung yakin, malam ini saya pasti dapat kabar darinya. Dan benar saja, tidak sampai sepuluh menit, ponsel saya berbunyi.

Satu hari, saya membaca sebuah buku dalam perjalanan mobil. Buku yang sangat menggugah itu rupanya terserap begitu intens sehingga mungkin ada satu jendela sensitivitas saya yang terbuka. Ketika saya membaca sebuah bab yang membahas perihal arti nama, mendadak saya terdorong untuk mendongak, hanya untuk mendapatkan sebuah truk pasir di depan saya yang bertuliskan besar-besar: 'Arti Sebuah Nama'. Saya pun termenung lagi. Apakah arti semua ini? Terlalu naif kalau saya sebut kebetulan. Rasa-rasanya semesta sedang bergerak bersama dengan pikiran. Memberi konfirmasi untuk sesuatu yang dianggapnya berguna. Sekalipun konfirmasinya diberikan melalui hal seremeh tulisan pada truk atau nomor plat mobil, tapi bisa jadi itu menjadi jalan menuju wawasan yang lebih dalam.

Sinkronisitas dapat diartikan sebagai kebetulan-kebetulan yang bermakna. Bahkan istilah ‘kebetulan’ pun tidak lagi sufisien, karena pada level tertentu tidak ada satu hal pun yang kebetulan atau insidental. Semua punya makna. Semua berinterelasi dalam satu maha rencana.

Sinkronisitas adalah proses dialogis, sebuah pola komunikasi dari ‘tali pusar’ yang menghubungkan semua pikiran, perasaan, sains dan seni dalam rahim semesta, yang kemudian melahirkan semuanya ke dalam realitas ini. Itulah yang membedakan sinkronisitas dengan kebetulan belaka, yaitu makna inheren yang terkandung di balik segala peristiwa tadi. Sinkronisitas menunjukkan ada satu nuansa makna yang kaya, bahkan dalam hal paling insignifikan sekalipun – andaikan kita mau lebih sensitif menelaahnya.

Realitas yang kita geluti sehari-hari adalah realitas dualistis yang senantiasa melihat segalanya dalam dikotomi: terang-gelap, benar-salah, tinggi-rendah, dan seterusnya. Boleh dibilang, begitulah cara kerja alamiah pikiran kita. Sehingga otomatis segalanya menjadi linear, cause and effect. Saya begini karena kamu begitu. Saya jadi begini karena kemarin saya berbuat begitu. Siapa yang menabur, dia akan menuai.

Namun sinkronisitas memberikan alternatif pikir lain, bahwa dengan sudut pandang yang lebih tinggi, semesta tidak lagi berbicara dalam bahasa sebab-akibat. Semesta bukan garis lurus yang punya awal dan akhir. Melainkan sebuah lingkaran tak terputus yang terus berekspansi. Segalanya ternyata sinkronis. Atau bisa diartikan, semesta bergerak dalam satu gerakan tunggal. Namun sayangnya, paham reduksionis yang mendominasi dunia sains cenderung membawa sudut pandang dunia – dari mulai level sosial ekonomi hingga budaya – untuk mereduksi sinkronisitas menjadi fragmen-fragmen yang tak terperhatikan. Kausalitas, masih memiliki efek hipnotis kuat yang membawa kita untuk terus menerus berusaha menguasai kehidupan dengan cara memecah-belahnya menjadi bagian-bagian kecil yang bisa dianalisis dalam kontrol penuh.

Saya ingin mengambil satu contoh, yakni permainan tenis. Dalam sudut pandang yang kausal, permainan tersebut begitu sederhana, sekadar perjalanan sebuah bola yang dipukul bolak-balik. Setiap pukulan adalah hasil kontraksi otot lengan pemainnya. Info posisi inisial maupun kecepatan setiap pukulan menjadikan lintasan bola itu terukur/terhitung. Namun, ada daya lain yang ikut memberi pengaruh yakni gravitasi. Dan gravitasi beroperasi pada keseluruhan ruang si bola, bukan pada gerakan inisialnya saja. Sementara menurut Einstein, gravitasi adalah gerakan ruang-waktu yang melengkung, sehingga apabila didesak sampai batasnya, kausalitas yang terjadi harus melibatkan lintasan bulan, planet dan bintang, bahkan massa orang yang lalu lalang di lapangan tenis itu. Dengan kata lain, seluruh elemen semesta punya peran dalam menentukan lintasan bola tenis tadi. Maka tidak berlebihan kalau Edward Lorenz berkata bahwa kepakan kupu-kupu di Hongkong dapat mengakibatkan badai besar di New York.

Rantai sebab-akibat tersebut dapat dilihat juga sebagai network atau jaringan. Semakin lebar batasan satu masalah ditarik maka semakin nyata rengkuhannya yang meliputi seluruh dunia, tata surya, bahkan semesta. Segalanya mengakibatkan segalanya.

Setiap dari kita pastinya pernah mengalami sinkronisitas, betapapun remeh kejadiannya, baik disadari atau tidak. Ada pendapat yang mengatakan bahwa sinkronisitas biasanya baru terasa pada titik kritis kehidupan seseorang, yang bisa diinterpretasikan sebagai bibit perkembangan orang itu pada masa yang akan datang. Ada juga yang melihatnya sebagai konfirmasi bahwa kita berjalan di jalur yang ‘tepat’. Namun saya juga ingin menambahkan bahwa sinkronisitas adalah dialog yang terjadi antara diri kita dan Diri, dan satu bukti bahwa pada satu level kita semua adalah satu.

Bibit pemecah-belah yang terjadi di segala aspek kehidupan adalah imbas dari cara pandang yang reduksioner, sehingga ‘power’ adalah sesuatu yang perlu diperebutkan dan bukan dibagi. Cinta adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dan bukannya tumbuh alami. Simbiosa antarmakhluk dilihat sebagai kompetisi antara yang lemah dan kuat. Kita menghakimi orang-orang dengan mengategorikannya sebagai ‘winner’ dan ‘looser’. Dan cara pandang ini adalah warisan ratusan bahkan ribuan tahun.

Sinkronisitas adalah sudut pandang alternatif yang memungkinkan kita untuk melihat realitas yang sama sekali lain. Dan tentu saja, itu akan membawa perubahan perilaku dan sikap. Bukti dampak pandangan reduksionisme pada dunia rasanya tidak perlu kita perdebatkan: perang yang tak kunjung punah, separuh dunia yang masih kelaparan, dan derita yang dimulai dari level global sampai interaksi antara dua kekasih. Semua karena pemisahan, pengotak-kotakkan, yang melampaui batas fungsi yang sesungguhnya. Mungkin inilah saatnya kita mempertaruhkan kenyamanan sudut pandang lama kita dengan sesuatu yang baru. Merengkuh sinkronisitas dan terbang bersamanya.



* Artikel yang sudah berusia enam tahun ini kembali mengusik benak saya ketika sebuah sms dari seorang teman di Jogja, Chindy, yang juga rajin mengunjungi blog ini, bercerita perihal sinkronisitas yang kerap ia alami. Untuk sms yang belum sempat saya balas itu, artikel ini adalah gantinya.


http://dee-idea.blogspot.com/2006/10/sinkronisitas-published-trolley.html

Sinkronisitas

Sinkronisitas adalah suatu perjumpaan secara kebetulan, tetapi tampak terencana secara kosmis. Jika harus mensejajarkan diri dengan tujuan hidup kita, kita perlu mengakui dan membuka diri terhadap perubahan ini.
Sinkronisitas adalah kekuatan yang muncul bersamaan dalam ruang dan waktu tepat ketika dibutuhkan. Kejadian ini dianggap oleh mereka yang terlibat sebagai sesuatu yang istimewa, tak terduga, atau tak dapat dijelaskan dengan rasional secara teori sebab akibat normal. Efek suatu sinkronisitas dalam psikis seseorang adalah melecutkan suatu kesadaran yang mungkin menjadi tujuan hidup yang lebih besar, atau bahkan menjadi takdir Tuhan, pada saat bekerja.
Sinkronisitas tampak menjadi jawaban eksternal bagi kesadaran psikis internal. Contohnya kita mungkin memerlukan beberapa informasi tertentu dan secara tak terduga bertemu seseorang yang menyediakan hal hal yang persis kita butuhkan. Sinkronisitas adalah suatu momen saat kita dipertemukan dengan orang atau informasi melalui cara yang tak bisa digambarkan melalui penjelasan yang bersifat linier. Mereka menyebabkan kita berhenti dan berpikir. Istilah lain dari fenomena ini adalah Providence.
Istilah Sinkronisitas pertama kali digunakan oleh seorang psikolog Swiss, Carl Jung, yang mulai memahami  berbagai “kebetulan” sebagai fenomena dari dimensi yang berbeda. Sampai saat ini, pejelasan kita tentang alam materi hanya didasarkan pada logika dan dipahami melalui teori sebab akibat. Selama lima ratus tahun terakhir, metode ilmiah mencari hubungan antara sebab dan hasil yang diprediksinya. Inilah yang kita sebut sebagai “bukti”. Bukti adalah kemampuan kita menunjukkan alasan atau cara sesuatu terjadi dan kejadian itu bisa segera diciptakan kembali. Teori sebab akibat memuaskan kebutuhan mental kita dalam menjelaskan kehidupan. Teori ini memberikan kita kepastian.
Namun berbagai hal telah berubah. Teori sebab akibat hanyalah menjelaskan sebagian dunia fisik, sebagaimana ditemukan para ahli teori kuantum. Kita tidak begitu terikat oleh ruang dan waktu seperti yang kita yakini selama ini. Contohnya, para ilmuwan memisahkan partikel partikel molekuler dan kemudian mengubah putaran salah satu partikel tersebut. Partikel lain serentak berubah, tak perduli betapa jauhnya mereka terpisah. Hubungan timbal balik antara partikel  partikel tersebut berjalan tanpa dipengaruhi jarak atau waktu. Tampaknya segala berada dalam suatu medan energi yang saling berhubungan.
Dengan cara normal, kita melakukan berbagai hal. Pemikiran awal kita adalah menyikapi masalah secara linear. Contoh, jika kita sedang menganggur, kita memasuki proses logis menemukan pekerjaan lain. Kita membuat riwayat hidup terbaru, membuat salinannya, dan mengirimkan ke duapuluh perusahaan. Lalu kita dipanggil untuk wawancara. Jika menyukai perusahaan itu  dan mereka juga menyukai kita, kita memulai pekerjaan baru. Kehidupan kita berubah, kita punya tempat baru untuk didatangi, orang orang baru untuk diajak bicara, dan tugas serta pekerjaan baru untuk dijalani setiap hari. Tak ada sesuatu yang tampak tak biasa dalam usaha mencari kerja(sebab) dan mendapat kerja(akibat). Kita bisa memahami garis linear aktifitas rasional ini secara sempurna. Kita merasa punya wewenang. Atau kita bisa mengikuti berbagai sinkronisitas yang menyingkap pengalaman yang tak pernah bisa kita rencanakan.
Saat kita mengalami “kebetulan” aneh macam apapun, cobalah berhenti sejenak. Biarkan pikiran kita sedikit  mengembara, seakan akan kita “membuat santai ” kemampuan intuisi kita dan membiarkannya berkelana membawa diri kita pada sesuatu yang perlu kita ketahui. Tanyakan pertanyaan ini kepada diri kita : (1) Apa yang baru saja kupikirkan? (2) Apa hubunganku dengan orang ini? (3) Apakah orang ini memiliki jawaban atas berbagai pertanyaan dan persoalanku akhir akhir ini? (4) Apa arti kebetulan ini?  Apakah jawabannya selalu ya/tidak untuk setiap pertanyaan, bahkan yang rumit bagiku? (5) Apakah aku merasa diberi kekuatan? apakah  perasaan ini seperti sinyal yang terus berlanjut? (6) Apakah aku merasakan gambaran untuk memahami orang ini kembali? (7)  Apa yang terjadi ketika kami bertemu?
Kita perhatikan bahwa informasi terpenting dalam suatu pertemuan sering kali muncul pada akhir pembicaraan, hampir menjadi sebuah catatan kaki. Sesuatu yang ingin dikatakan. Jika ada keraguan apapun tentang perpisahan Anda dengan seseorang, janganlah terlalu cepat berpisah. Jika sesuatu sedang mencaci maki dibelakang benak kita, perhatikan dimana energi kita menjadi lebih kuat dalam sebuah percakapan. Lihatlah orang lain dengan baik. Perhatikan senyuman, mata dan kesungguhan mereka, lalu kirimkan energi positif kepada mereka. Jika kita merasa terinspirasi untuk membicarakan proyek atau pertanyaan yang akhir akhir ini sedang anda geluti, bicarakanlah.
Percayalah pada proses kita. Tahun tahun mungkin berlalu sebelum sinkronisitas besar membuka pintu selanjutnya.  Jika kita mengikuti kata hati, pintu pintu akan terbuka walaupun kita tak tahu pintu pintu itu ada.  Jika  cita cita dan fokus kita hanya mencari uang, kita akan membentur sebuah dinding. Namun jika kita tak memikirkan uang dan tetap berfokus pada hal hal yang kita suka, yang bisa menolong banyak orang, hal hal lain bisa dicapai tanpa susah payah.

Sabtu, 21 Desember 2013

Terjadinya Petir

terjadinya petir
IlmuPengetahuan.Org – Bagimana proses terjadinya Petir? Petir atau disebut kilat atau juga bisa disebut halilintar merupakan fenomena alam yang umumnya terjadi pada saat musim penghujan, yang diawali dengan kilatan cahaya. Sesaat kemudian akan terdengar suara menggemuruh yang disebut dengan guntur atau gluduk dalam bahasa Jawa. Kenapa terlihat cahaya dulu, baru kemudian terdengar suara? Ini terjadi karena adanya perbedaan waktu kemunculan yang diakibatkan adanya selisih antara kecepatan suara dengan kecepatan cahaya.
proses terjadinya petirUntuk pemahaman yang lebih mudah, kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.

Proses terjadinya muatan di dalam awan, karena awan berjalan secara teratur, dan selama perjalanannya dia akan berhubungan dengan awan-awan lainnya yang mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif di salah satu sisi, entah itu di atas atau di bawah. Sedangkan muatan positif berkumpul di sisi lainnya. Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi besar, akan mengakibatkan terjadinya pemgbuangan muatan negatif atau disebut elektron. Dalam proses pembuangan ini, udara merupakan media yang akan dilalui elektron. Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara inilah menjadikan suara ledakan atau guntur. Kenapa Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus lebih gampang melewati.

Kamis, 19 Desember 2013

Alasan Mengapa Sering Merasakan Lapar Di Malam Hari


Meskipun sudah makan malam hari entah mengapa masih saja merasakan lapar di malam hari. Rasanya seperti ingin memakan sesuatu sebelum tidur. Apakah anda pernah merasakan hal itu?

Banyak yang melarang untuk makan menjelang tidur.Makan di malam hari apalagi jika terlalu larut bisa membuat Anda semakin bertambah berat badannya. Tidak hanya itu, makan di malam hari, terutama yang tidak sehat bisa berisiko terkena penyakit berbahaya. Banyak orang yang tidak bisa menghindari hasrat untuk makan dan menguyah karena rasa lapar di malam hari menjelang tidur, meskipun tahu akan risikonya.

Berikut ini beberapa alasan mengapa sering merasakan lapar di malam hari, diantaranya:

1. Kesalahan Pola Makan
Sering lapar di malam hari bisa jadi karena kesalahan dalam pola makan anda. Meskipun sistem pencernaan akan melemah pada saat tidur, tetap saja perut kita tidak bisa mengabaikan rasa lapar tersebut. Jadi usahakan untuk tidak tidur dengan kondisi perut kosong. Ini juga tidak berarti makan banyak tepat sebelum tidur. Seorang pakar di Division Sleep Medicine, Harvard Medical School menyarankan, jika mau makan, makanlah makanan ringan yang tidak akan menyebabkan gangguan pencernaan atau mengganggu tidur. Makanan ringan seperti pisang (setengah buah), satu sendok makan selai kacang, cracker gandum, maupun sedikit potongan keju. Makan salah satu makanan ringan tersebut 30 menit sebelum mulai jatuh tertidur. Makanan ringan yang ideal dikonsumsi sebelum tidur ini berbeda-beda pada setiap orang.
2. Terkena NES (Nocturnal Eating Syndrome)
NES atau nocturnal eating syndrome adalah suatu kebiasaan buruk yang ditandai dengan kehilangan nafsu makan pada pagi hari, stres, sukar tidur, disertai dengan rasa lapar dan makan yang berlebihan pada malam hari. Tanda-tanda yang didapatkan pada penderita NES adalah hilangnya nafsu makan pada pagi hari, seringkali sampai 5-6 jam setelah bangun pagi masih enggan sarapan, namun pada malam hari, penderita cenderung buka lemari makan atau lemari es, cari makanan kaya kalori, karbohidrat, dan lemak, misalnya snack, es krim, kacang, atau coklat, lalu kebiasaan makan malam ini akan diulangi sampai 3-4 kali dalam semalam, kemudian tertidur. Penderita biasanya mempunyai kepribadian depresi, stres, gelisah, cemas, dan umumnya sukar tidur.
3. Pola Tidur Yang Bermasalah
Usahakan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas setiap hari. Buatlah jadwal tidur yang teratur yang akan membantu tubuh memiliki ritme tidur. Tidurlah dengan suasana yang sunyi, karena pergi tidur dengan adanya suara musik atau TV bisa menyebabkan Anda insomnia atau terbangun dengan rasa lapar di malam hari.
4. Konsumsi Kafein
Jangan minum kopi atau makan cokelat saat akan tidur. Cokelat dan kopi mengandung kopi yang bisa menyebabkan tidur jadi tidak nyenyak. Anda berisiko besar bangun tengah malam dan lapar ingin ngemil. Sebaiknya hindari mengonsumsi kafein setelah pukul 16.00 atau enam jam sebelum waktu tidur.
Terima kasih sudah membaca artikel Alasan Mengapa Sering Merasakan Lapar Di Malam Hari, Semoga bermanfaat

http://www.catatanistri.com/kesehatan/alasan-mengapa-sering-merasakan-lapar-di-malam-hari.html

Mengapa Kita Tidak Pernah Lapar Saat Tidur? Ini Jawabannya

Jakarta, Tubuh memiliki mekanisme unik untuk menjaga keseimbangan. Lapar misanya. Kita bisa tidur semalam suntuk tanpa terbangun karena lapar. Padahal, rasa lapar kerap mendera ketika kita terjaga. Mengapa kita tidak pernah merasa lapar saat sedang tidur? Apa penyebabnya?

Sebuah studi di yang dimuat pada Jurnal Neuroscience menyebutkan, fenomena tersebut diakibatkan adanya syaraf dalam usus yang bertugas memberi sinyal kenyang ke otak. Syaraf tersebut bekerja dengan ritme berulang seperti jam.

Tim peneliti dari Universitas Adelaide melakukan serangkaian pengujian yang dilakukan pada tikus. Meski demikian, para ilmuwan yakin hasil penelitian ini juga berlaku pada manusia.

Dikutip dari Huffington Post, Rabu (11/12/2013), hasil penelitian menyebutkan bahwa saat tubuh terjaga, syaraf tersebut menjadi tidak sensitif. Saat berada dalam periode tidak sensitif, syaraf tersebut tidak responsif mengirim sinyal kenyang ke otak. Itulah mengapa saat terjaga kita merasa lapar dan bisa mengonsumsi makanan sampai kenyang.

Sebaliknya pada malam hari, syaraf tersebut sangat sensitif. Saat kita tidur, syaraf tersebut menjadi responsif mengirim sinyal kenyang ke otak. Akibatnya hanya sedikit makanan yang dapat diterima tubuh dan kita tidak merasa lapar.

"Saat pergantiaan hari menuju periode yang diasosiasikan untuk tidur, syaraf di perut itu lebih sensitif meregang. Ia mengirim sinyal kenyang ke otak lebih cepat, sehingga asupan makanan dibatasi," ujar Dr. Stephen Kentish, peneliti dalam Laboratorium Penelitian Syaraf Usus di Universitas Adelaide.

Ritme kerja syaraf tersebut terus berulang dalam 24 jam. Peneliti menyimpulkan syaraf inilah yang bertugas sebagai koordinator dalam tubuh. Ia menentukan bisa tidaknya tubuh menerima makanan sesuai asupan energi yang dibutuhkan tubuh.

HANTU DALAM SUDUT PANDANG ILMIAH

Baiklah guys..! khusus untuk yg ini, min isty postingin buat sobat2 yg berminat aja yah.. Yang gak berminat ya gak usah dibaca apalagi koment.. Ok 


Kali ini kita akan bahas hantu yang di angkat dari buku-buku yang di tulis oleh para ilmuan eropa. salah satunya buku yang di tulis oleh DR.M.Mannico, dalam bukunya ''Spookisma'' bab 18 menjelaskan hantu dari hasil penelitian nya sebagai berikut :

Ruangan yang jarang sekali di kunjungi Orang Atau yg nggak di tempatin orang, terdapat suatu zat yang di namakan zat ''Eather perekam'', yg mana zat tersebut mempunyai kemampuan merekam segala bentuk kejadian, bahkan kekuatan rekamannya mengalahkan rekaman buatan manusia modern saat ini lho sobb!!

Zat tersebut bisa merekam bentuk rupa, bau dan suara. Elecktron-proton-neutron yang berkumpul di dalam atom yang mempunyai sifat merekam itu, sebener nya ter dapat di mana-mana. Bahkan atom terdapat di dalam diri manusia , seperti dalam otak, hati, mata, kulit, syaraf-syaraf, telinga dan bagian tubuh yang lain nya.

Kalau atom rekaman berkumpul di dalam satu ruangan yang kebetulan di dalam ruangan tersebut pernah terjadi satu kejadian atau peristiwa, seperti terjadi pembunuhan, atau peristiwa bunuh diri , kecelakaan atau kejadian dan peristiwa yang lainnya. Menurut Penelitian sarjana ilmuwan barat. dalam satu waktu jika atom berkumpul dan membentuk rekaman suara atau bentuk penampakan yang dulu terjadi kecelakaan atau peristiwa di tempat tersebut.


Maka akan kelihatan atau terdengar kembali. Bahkan rekaman yang di bentuk atom perekam itu bisa ke fhoto dan ke ambil gambarnya dengan fhoto yang lensa nya istimewa. Penampakan tersebut akan timbul dari waktu tertentu dengan mengeluarkan suara yang tetap atau menampakan suatu bentuk rupa yang tidak berubah. Cuma makin lama makin menghilang (rusak). Kalau bentuk rupa, awal nya yang hilang dari bawah dahulu. Kalau bentuk suara dari awal nya dahulu, seperti kata "tolongin" dari awal nya yang hilang itu mulai dari kata "to" kemudian "lo" dan ter akhir "ngin". kejadian seperti itu di sebut dengan ''REKAMAN ALAM''.

Tidak setiap tempat sunyi atau gedung kosong saja yang daya rekam nya kuat, apalagi kalau Zat Eather-nya di tempat tersebut suka berubah-ubah.

Untuk mengetahui ciri tanda ada nya eather perekam di suatu tempat ialah apabila kita memasuki suatu tempat, maka yg pertama kali terasa ialah leher bagian belakang (bulu kuduk berdiri) karena syaraf di bagian ini sangat sensitif, dan Merasakan dingin bahkan sampai merinding. Rasa dingin seperti ini bagi orang yang fisik nya lemah atau kurang fit, bisa mempengaruhi jiwa, kemudian akan menimbulkan suatu bayangan atau halusinasi. Keadaan Orang seperti itu sudah bisa menjadi studio penangkap gelombang dari pusat siaran pemancar.

Menurut para ahli psykologi, otak bekerja terdiri dari Electron-electron. Electron-electron tersebut pancaranya atau gelombangnya bisa terekam oleh zat eather perekam, kemudian halusinasi atau bayangan yang ada dalam pikiran orang tersebut bisa terlihat oleh diri nya sendiri. Dan kejadian hal seperti itu di sebut dengan 'Rekaman alam'.

Di tengah hutan rimba di tengah malam terkadang suka terdengar suara musik atau orang ramai seperti ada pesta hajatan, padahal jauh dari keramain kota. suara-suara, atau musik-musik seperti itu menurut penelitian ìalah Rekaman alam dari suara-suara dan musik-musik yang terbawa oleh angin dari kota. Rekaman alam tersebut, berkumpul lagi mengeluarkan suara seperti suara asal nya, akan tetapi tidak Begitu jelas (samar-samar). Begitu juga kala tiba-tiba kamu mencium bau masakan di tengah hutan rimba yang jauh dari kehidupan
Manusia. Misal nya kamu tiba-tiba mencium bau masakan padang, atau semur jengkol lengkap dengan lauk pauk nya, atau kamu mencium bau bensin atau bau sesuatu yg mustahil ada di tengah hutan, kamu jangan heran atau kaget, Karena hal seperti ini ialah bau masakan yang terekam dari kota,pindah terbawa angin sampai ke tengah hutan. Perirtiwa ini di sebut dengan Rekaman ''Beralih''.

Kalau kita diam di dekat bensin, bau bensin yang tercium terekam oleh eather ( hawa ), dan di dalam hidung kita terdapat daya penangkap bau
Yang di sampai kan melalui syaraf tanggap ke otak, sehingga kita mencium bau bensin tersebut. Kecuali kalau daya penangkap bau dalam hidung kita sedang terganggu, seperti sakit flu. Daya tangkap penciumannya itu kurang peka karena udara sekitar terhambat di saluran pernafasan menuju otak .

Kejadian penampakan, suara-suara atau cerita tentang hantu lain-nya tidak jauh Berbeda dengan kita mendengar radio,menonton televisi atau alat rekaman lain nya. Karena Radio juga tidak bisa berjalan kalau tidak ada aether perekam (penghantar sinyal,gelombang) karena tidak ada penghantarnya. Suatu pemancar televisi atau radio memancarkan suatu gelombang, di mana gelombang tersebut melewati hawa yang penuh dengan zat perekam yg kemudian di tangkap oleh alat pnerima gelombang atau sinyal tersebut.

Jadi kalau ada orang takut oleh hantu atau penampakan lain nya sama saja dia takut oleh radio dan televisi. Suatu contoh seperti serial acara-acara TV seperti Uji nyali yang di tayangkan di salah satu setasiun televisi Swasta. Jelas sering terekam penampakan-penampakan yg ter tangkap oleh kamera, setelah beberapa menit atau jam bahkan lebih setelah peserta di tinggalkan sendiri di ruang gelap dan dingin di tengah malam !

Ternyata kalau kita tinjau dari segi ilmiah dan menurut penelitian di atas, penampakan-penampakan yg terjadi itu, di ciptakan atau di hasilkan oleh pikiran, atau Halusinasi yg berasal dari otak peserta uji nyali tersebut yang teraplikasikan, sehingga terjadi penampakan menurut apa yang di pikirkan nya. hal seperti ini terjadi karena electron-electron di dalam pikiran yang di pikirkan peserta uji nyali tersebut tertangkap eather perekam yang daya nya sangat kuat sekali sehingga terjadi penampakan pada hari, waktu, menit, detik ,itu juga, hal ini pun langka terjadi dan tergantung dari daya kekuatan eather perekam itu sendiri yg berada di tempat tersebut. karena dì sebabkan hawa dingin,tempat yg gelap, sendirian,dan di tengah malam pula (di mana eather perekam biasa nya terkumpul), dengan kondisi badan dalam keadaan melemah,daya halusinasi nya pun tinggi, pikiran kosong, Masuklah eather perekam ke dalam otak peserta uji nyali tersebut sehingga terjadi penampakan-penampakan tadi bahkan bisa terjadi yg biasa kita sebut dengan kesurupan.

Hhmm Wallahua'lam bishowab 

Penampakan Hantu dalam Pembuktian Ilmuwan Besar




Sebuah laporan pernah ditulis oleh ilmuwan besar Albert Einstein yang menunjukkan bahwa hantu atau roh itu memang benar adanya.

Ketika hampir seluruh ilmuwan besar menolak tentang keberadaan hantu dengan kalimat yang terdengar tegas, yakni : "  "tidak ada bukti ilmiah tentang keberadaan hantu ! ", Mister Einstein yang terkenal dengan kumis dan rambutnya yang awut-awutan itu, ternyata malah menyatakan memiliki bukti ilmiah terkait hal ini .

" Ilmu bahkan memiliki teori-teori yang menjelaskan sesuatu harus terjadi di luar apa yang kita ketahui dan apa yang dapat kita lihat."demikian kata Albert Einstein (1879-1955). Salah satu pemikir terbesar di dunia ini juga mengajarkan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. (teori dalam fisika) Hal tersebut hanya dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk lain dari energi. Dengan demikian energi tidak dapat dimusnahkan.

Namun ternyata, Einstein bukan ilmuwan pertama yang mendukung keberadaan hantu, ilmuwan besar lain ada juga yang percaya pada kehidupan setelah kematian. Dia adalah Thomas Edison, (1847-1931). Edison adalah seorang jenius yang berhasil menemukan bola lampu, gramafon, mesin ketik, motor elektrik, stock ticker, dan 1093 penemuan yang telah dipatenkan lainnya. Dukungannya terkait keberadaan hantu bahkan diwujudkan lewat satu penelitian di akhir karirnya. Dia membuat sebuah proyek rahasia berupa penciptaan mesin yang mampu menjadi penghubung antara manusia hidup dengan jiwa-jiwa atau roh yang telah mati.   

Hampir senada dengan Einstein, Edison percaya bahwa jiwa terdiri dari apa yang disebut sebagai partikel-partikel mikroskopis atau unit kehidupan. Partikel-partikel itu dapat berubah ke dalam bentuk apapun di "unit kehidupan.". Mereka memiliki memori kepribadian, utuh dan tidak bisa dihancurkan oleh elemen nyata (mungkin maksudnya tidak bisa ditembak, dipukul, digebuk, dll). Karena teori ini, Edison sangat berharap agar mesin yang sedang diprosesnya itu akan mampu mendeteksi roh-roh yang berkeliaran dan melakukan aktifitas diantara manusia hidup  Kepenasaran adalah landasan paling dasar disaat dia memulai berbagai penelitiannya, demikian juga dengan eksperimentnya kali ini. Bertahun-tahun Edison menggunakan ilmu-ilmu fisika pamungkasnya untuk membuktikan teori tersebut. 

Sama dengan saat Edison berproses menciptakan bola lampu, penggarapan mesin misterius inipun tak luput dari tudingan orang yang menganggapnya gila. Namun tak sedikit pula yang berpikir bahwa Edison sedang membuat temuan yang lebih " mahal " dari sekedar bola lampu. Sayangnya Edison meninggal sebelum mesin aneh ini bekerja sempurna. Banyak yang menyayangkan kematiannya karena mereka percaya, jika saja Edison punya banyak waktu, tentu dimensi hidup dan kematian akan memiliki jembatan. 

Meski belum dinyatakan final, sejumlah teknik mesin ajaib ini ternyata telah menjadi embrio beberapa peralatan pemburu hantu. Secara umum alat tersebut memiliki pencapaian sebagai berikut :

Pendeteksi Medan Elektromagnetik

Di hampir semua tempat yang dianggap berhantu, terlebih yang mampu membuat poltergeist, dengan alat ini berhasil dilacak adanya unsur-unsur listrik tertentu. Fungsi alat ini akhirnya menjadi alat detektor bagi pemburu hantu lewat sinyal pemeriksa dan perekam. Adalah benar bahwa setiap benda/mahluk memiliki medan elektromagnetik. Namun khusus hantu, mereka memiliki distorsi elektromagnetik yang cukup tinggi, bahkan mampu mengganggu kemampuan kerja perangkat listrik lainnya seperti komputer, perangkat audio video. Bukan hanya tinggi, tapi juga khas karena dari pantauan alat tersebut, hantu punya kadar listrik dengan ukuran tertentu.

Pendeteksi Temperature Suhu

Selain meninjau dari distorsi elektromagnetik, keberadaan hantu juga ditandai dengan temperature suhu yang khas.Fluktuasi lebih dari 10 derajat telah direkam di daerah kecil dari kamar dengan suhu konstan. Suhu mendadak berubah ketika terjadi aktifitas tak terlihat di kamar tersebut. Mendadak suhu menjadi dingin meski tempat tersebut diterangi cahaya atau memiliki unsur panas. Dalam teori sementara, nampaknya hantu mampu menyerap cahaya dan energi panas sehingga membuat suhu menjadi lebih dingin dari biasanya, keadaan ini bisa juga sebaliknya, kehadiran hantu mampu mengubah suhu dingin menjadi hangat.

Pada perkembangan selanjutnya, teknis-teknis mesin misterius Edison makin banyak di eksplorasi. Diantaranya kemampuan merekam partikel yang kemudian disebut orbs, ecto plasma bahkan vortex sebagai perwujudan hantu. 

Apakah mesin Thomas Alfa Edison dinyatakan berhasil ? Sepertinya belum ! Perdebatan terus terjadi hingga kini.

Salah satu buktinya adalah :
anda masih punya jawaban menurut versi anda sendiri !