Recent Posts

@baca2yuk@baca2yuk@baca2yuk@baca2yuk@baca2yuk@baca2yuk

Rabu, 02 Januari 2013

Proses Teleportasi Pada Manusia Menurut Sains Modern



Teleportasi pada manusia telah menjadi imajinasi seperti yang terdapat dalam  film Star Trek, atau dalam film imajinasi seperti Harry Potter. Lalu bagaimana perkembangan sains modern tentang teleportasi hingga saat ini?

Sains modern baru berhasil melakukan teleportasi pada tingkatan sub atomik, proses teleportasi pada manusia masih sebatas teori yang belum tentu dapat diaplikasikan. Artinya masih jauh bagi peradaban saat ini untuk untuk membuat mesin teleportasi seperti ruang transporter kapal ruang angkasa Star Trek. Perkembangan Hukum fisika “saat ini” tidak memungkinkan menciptakan transporter yang bisa memindahkan orang ke lokasi lain secara instan, yang membutuhkan perjalanan dengan kecepatan cahaya.

Pemahaman Teleportasi Menurut Sains Modern.

Untuk meneleportasikan manusia, harus dibangun mesin yang bisa mengidentifikasi dan menganalisis informasi berupa satu triliun lebih atom yang menyusun tubuh manusia. Kemudian, mesin itu juga harus bisa mengirim informasi tersebut ke tempat lain, di mana tubuh asli harus direkonstruksi dengan presisi penuh. Bahkan, molekul tak boleh bergeser satu milimeter pun dari posisi aslinya. Jika tak seperti itu, di lokasi tujuan orang tersebut akan muncul dengan cacat fisik.

Dalam film Star Trek, teleportasi dilakukan dengan mesin yang disebut transporter. Mesin transporter ini kemudian mengunci semua atom orang tersebut, dan menggunakan pembawa gelombang untuk memindahkan molekul-molekul ke manapun diinginkan. Kita menyaksikan Kapten Kirk dan krunya melebur menjadi cahaya yang menyilaukan sebelum menghilang, dan berubah kembali ke asal di planet yang jauh.

Jika mesin seperti itu berhasil dibuat, tubuh asli takkan mungkin benar-benar dipindahkan. Mesin tersebut akan bekerja seperti mesin faksimile, namun dengan presisi yang jauh lebih tinggi.

Tubuh yang diteleportasi akan dibuat di mesin penerima. Lalu apa yang terjadi dengan tubuh asli? Ada satu teori yang menyatakan, teleportasi nantinya akan menggabungkan kloning genetik dengan proses digital (kloning biodigital).

Dalam kloning biodigital, tubuh yang dipindahkan akan tewas. Pikiran dan tubuh asli akan hilang. Sebagai gantinya, struktur atom tubuh akan dicipta ulang di lokasi lain, dan proses digital akan mencipta ulang memori, emosi, harapan dan impian, sehingga orang tersebut akan tetap ada, tapi dalam tubuh yang baru, dengan struktur atom yang sama dengan tubuh asli, dan diprogram dengan informasi yang sama.

Dari keterangan tersebut, maka dibutuhkan mesin yang sanggup merekam seluruh detail tiga dimensi tubuh manusia. Mesin itu juga harus dilengkapi teknologi berkapasitas 10 gigabit atau setara dengan 10 CD ROM.

Dibutuhkan pula teknologi pemecah sandi (enkriptografi), peralatan NMR (Nuclear Magnetic Resonance) dan ESR (Electron Spin Resonance), untuk memindai atom atau nukleus tubuh manusia.

Selain itu, juga dibutuhkan transmiter via satelit yang sanggup mengirim ribuan gigabit data hingga ke tempat terpencil, seperti yang sekarang dimiliki teknologi internet. Dengan kata lain, mesin ini harus mampu membaca perilaku unit zat yang paling kecil, yakni kuantum energi, berikut partikel subatomnya, seperti elektron, proton, dan quark.

Inilah kira-kira bagaimana sains modern hingga saat ini menggambarkan proses teleportasi, yang masih sangat jauh dari implementasinya.

Tapi seperti semua teknologi, ilmuwan yakin terus meningkatkan gagasan tentang teleportasi, sampai saat dimana suatu hari kita bisa menghindari metode yang menyakitkan tersebut. Satu hari, salah satu anak cucu kita akan bisa menyelesaikan pekerjaan harian di kantor di planet dalam galaksi lain yang jauhnya jutaan tahun cahaya dari Bumi; mengatakan kepada jam tangannya untuk makan malam di planet X dan duduk di meja makan sebelum perkataannya selesai.

Secara fisika, teleportasi fisik mungkin terjadi, tapi yang menjadi permasalahan adalah bagaimana dengan teleportasi metafisik.

Adaptasi dari :

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/06/06/148765/Teleportasi-Bukan-Lagi-Sekadar-Tontonan

http://wingoffate.multiply.com/journal/item/8/Teleportasi_Manusia_Mungkinkah?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Kesimpulan:

Sains modern sampai saat ini belum mampu dan masih sangat jauh dari kemampuan untuk melakukan teleportasi manusia. Tapi apakah dengan demikian proses teleportasi pada manusia belum pernah terjadi di bumi ini? Proses teleportasi ternyata bukan fenomena baru karena peradaban besar sebelumnya telah memiliki kemampuan ini. Jika kita cukup cermat mengamati beberapa anomali disekitar kita maka sangat mungkin menemukan proses teleportasi yang terjadi secara ‘alami’ atau ‘otomatis’ yang melibatkan manusia bahkan peralatan yang besar. contohnya adalah fenemona bus pahala kencana yang berpindah ke hutan Blora dalam sekejab.

http://www.metasains.com/proses-teleportasi-pada-manusia-menurut-sains-modern/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar